Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Sosial Idrus Marham meminta pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) mengawal pelaksanaan bantuan sosial non tunai agar berjalan efektif dan tujuan program untuk menekan angka kemiskinan bisa tercapai.
"Program PKH dapat berjalan efektif adalah karena adanya Pendamping PKH. Maka penting saya tekankan bahwa Pendamping PKH harus bekerja dengan hati, ikhlas, tulus, jujur, profesional dan memiliki target. Targetnya adalah bagaimana mendorong Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH mandiri dan kelak mampu mandiri dan angka kemiskinan dapat ditekan lebih rendah lagi," kata Menteri Idrus saat memberikan arahan di hadapan 1.200 SDM Pelaksana PKH di Jakarta, Sabtu (11/8/2018).
Dikatakan Mensos, pemerintah Indonesia pada tahun 2018 telah menaikan target penerima Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi 10 juta keluarga penerima manfaat.
Diketahui Kementerian Sosial berada di bawah koordinasi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani.
Dampak kenaikan target telah berkontribusi pada penurunan jumlah penduduk miskin sebanyak 1,82 juta orang dalam kurun waktu Maret 2017 hingga Maret 2018.
Hasil survei menunjukan penurunan angka kemiskinan di Indonesia sebesar 630 ribu orang menjadi 25,95 juta orang atau 9,82 persen per Maret 2018 dibandingkan per September 2017 (26,58 juta orang atau 10.12 persen).
Terhadap pencapaian tersebut pemerintah terus berikhtiar agar angka kemiskinan dapat terus menurun menyentuh angka 9,3 persen.
Guna mewujudkan hal tersebut maka kinerja penyaluran bantuan sosial PKH terus diupayakan agar efektif dan efisien.
Langkah-langkah yang telah dilakukan diantaranya percepatan penyaluran bantuan sosial melalui rencana aksi Februari Tuntas, Mei Tuntas, Agustus Tuntas dan November Tuntas.
http://www.tribunnews.com/nasional/2018/08/11/mensos-minta-pendamping-pkh-kawal-bansos-non-tunai
No comments:
Post a Comment