TABLOIDBINTANG.COM - Saya mengenal seseorang yang bekerja sebagai staf public relations sebuah televisi swasta.
Dari pandangan kami sebagai orang luar saja, dia sangat bisa diandalkan. Selain cekatan, apa pun urusan yang dipegang olehnya pasti beres. Tidak ragu saya melontarkan kekaguman.
Hingga suatu kali, saya mendengarnya mengeluh, "Kapan giliran gue nikah, ya?" Seketika membuat kami yang seangkatan dengannya, tapi sudah menikah dan punya anak, terenyak.
Si gila kerja perlu rem
Bekerja keras itu bagus. Tapi, bekerja keras berlebihan atau menjadi workaholic hanya akan membuat seseorang tertekan dan tidak bahagia. Pekerjaan yang semula dibanggakan pun lambat laun memenjarakan Anda dari "kehidupan".
Jangankan urusan menikah dan berkeluarga, hal sederhana seperti bangun pagi dengan senyuman saja bisa jadi tidak lagi dirasakan. Ouch!
Teman saya sekarang sudah menemukan solusi. Dia sudah pindah kerja ke sebuah perusahaan dengan jam kerja lebih teratur dan sedang merencanakan pernikahan.
Tapi, siapa tahu Anda yang juga workaholic belum menemukan jalan keluar? Langkah-langkah sederhana berikut yang kami kutip dari Quick Sprout bisa menjadi rem, agar Anda tetap harmonis dengan kehidupan.
1. Buat minuman kopi (atau teh) Anda sendiri
Jangan biarkan kopi (atau teh) instan yang membuatkannya untuk Anda. Terlebih lagi, jangan biarkan orang lain membuatkannya untuk Anda. Lakukan ini agar Anda bisa merasakan kepuasan melayani diri sendiri dengan cara terbaik. Cara ini juga akan membuat Anda bangun tidur lebih awal untuk merasakan nikmatnya aroma kopi atau teh yang menenangkan, alih-alih bergegas pergi ke kantor untuk mampir dulu ke kafe dan kehilangan 50 ribu rupiah untuk segelas kopi.
2. Makan siang bersama teman
Jika gaya makan siang Anda selama ini adalah membungkus roti lapis agar bisa disantap sambil mengetik pekerjaan, tolong, jangan lakukan lagi. Keluar makan siang bersama teman-teman tidak akan menghabiskan sampai satu jam waktu Anda. Tapi, manfaatnya lebih dari itu. Selain untuk bersosialisasi, siapa tahu, bisa sekalian melihat-lihat calon pasangan masa depan?
3. Mencoba restoran baru
Bagi Anda workaholic pemain tunggal atau tidak bekerja di perkantoran dengan jam kerja rutin, waktu makan siang atau malam bisa dilakukan di tengah-tengah kesibukan. Cobalah mengunjungi restoran yang menarik -- bukan restoran cepat saji! – baik dilihat dari menu maupun lingkungannya. Menghadapi sesuatu yang misterius atau tidak terlalu Anda kenal baik bisa membuat hidup lebih penuh sensasi dan gairah.
4. Sempatkan berjalan-jalan (benar-benar jalan kaki) seorang diri
Ketika tekanan pekerjaan begitu terasa, cobalah untuk benar-benar meninggalkannya sejenak. Matikan ponsel, berjalan-jalanlah seorang diri. Menyusuri trotoar atau duduk-duduk sejenak di taman kota sambil melihat-lihat kehidupan orang-orang di sekitar bisa membuat Anda tersadar, pekerjaan bukanlah segala-galanya dalam hidup ini.
5. Gunakan imajinasi Anda
Tentu bukan imajinasi yang digunakan untuk pekerjaan. Sebagai workaholic pasti Anda sangat sering menggunakannya. Tapi, gunakan imajinasi untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan atau mungkin mengingatkan pada masa kanak-kanak Anda. Lakukanlah sesuatu yang bisa membuat Anda tertawa, apa pun itu.
6. Tenggelamkan diri pada sebuah bacaan yang asyik
Satu hal yang pasti, jangan membaca buku yang berhubungan dengan pekerjaan! Cobalah membaca fiksi yang isinya "kacangan" atau hanya untuk bersenang-senang dan bisa dihabiskan seketika -- bukan buku yang dibaca di sela-sela pekerjaan.
7. Menyingkirkan satu hal setiap hari
Ini bisa berarti benar-benar menyingkirkan benda atau juga tanggung jawab berlebih dari pundak Anda. Jika sudah “tega†menyingkirkan, Anda akan melihat betapa ringannya hidup yang sedang dijalani, sehingga ada waktu lebih untuk memikirkan yang lain.
8. Ciptakan sesuatu
Menciptakan sesuatu berarti ada proses di dalamnya yang harus dijalani. Satu hal yang penting, ciptakan sesuatu yang Anda sukai. Tidak harus yang selesai seketika, tapi ciptakan sesuatu yang bisa Anda kerjakan sebagai fokus di luar pekerjaan.
9. Ekspresikan rasa syukur
Bersyukur atau berterima kasih berarti menghargai apa pun yang Anda lakukan dan apa pun yang ada di sekitar Anda. Ini juga sebuah sikap yang berhubungan dengan keindahan, cinta, dan kegembiraan. Hal apa lagi yang lebih membahagiakan hidup daripada itu semua?
10. Lakukan meditasi setiap hari
Eh, jangan langsung membayangkan meditasi yang harus dilakukan adalah meditasi di kelas yoga atau sejenisnya yang akan menyita banyak waktu Anda. Sama sekali tidak. Ini hanya meditasi yang cukup dilakukan 10 menit saja setiap hari, tapi efeknya adalah cara pandang Anda yang seketika berubah dalam melihat kehidupan. Lakukan meditasi dengan cara duduk bersila. Pejamkan mata, lalu mulai kosongkan pikiran.
Rekomendasi
No comments:
Post a Comment