Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Solidaritas Indonesia menyambut baik tercapainya kesepakatan Perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia-Australia IA-CEPA (Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement).
Juru Bicara PSI Bidang Ekonomi, Industri, dan Bisnis Rizal Calvary Marimbo mengatakan, kesepakatan tersebut rencananya segera diteken pada November 2018.
Baca: Sekjen PDIP: Bung Karno Yang Gelorakan Pencak Silat
“Kita sambut baik ini pertanda positif bagi masa depan ekspor kita yang saat ini sedang melemah,” ujar Rizal melalui keterangan tertulisnya, Minggu (2/9/2018).
Tercapainya kesepakatan itu ditandai dengan kunjungan Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison ke Jakarta akhir pekan ini.
Meski demikian, Rizal mengatakan, pemerintah juga harus mempercepat perundingan dengan negara-negara eropa.
Baca: Tampil di Penutupan Asian Games 2018, Super Junior Ternyata Sudah Belajar Bahasa Daerah Lho !
Alasannya, perundingan CEPA antara Indonesia dengan Uni Eropa sudah berlangsung lama.
"Perundingan perdagangan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership (IEU CEPA) ini sudah berlangsung lama. Memang akan lebih lama sebab melibatkan sekitar 38 negara Eropa, sedangkan dengan Australia, lebih bilateral,” ucap Rizal.
Namun Rizal mengatakan, meningkatkan volume perdagangan ke Eropa sangat penting untuk mendorong ekspor nasional guna menghentikan defisit neraca perdagangan dan membuat rupiah terus terdepresiasi.
"Mengerem impor hanya solusi jangka pendek. Sebab toh yang diimpor barang-barang modal bersifat produktif untuk infrastruktur dan industrilisasi. Berarti didalam negeri ada pergerakan ekonomi yang masif. Hanya saja ada ketidakseimbangan baru. Sebab itu, dalam jangka panjang harus diperkuat ekspor, sehingga rupiah bisa kembali perkasa,” ucap dia.
Baca: Ma’ruf Amin: Yang Memberikan Tanah-tanah Kepada Konglomerat Bukan Jokowi, Tapi Orang Sebelumnya
http://www.tribunnews.com/nasional/2018/09/02/psi-dorong-cepa-dengan-eropa-dikebut-guna-perkuat-rupiah-dan-tekan-defisit-neraca-perdagangan
No comments:
Post a Comment