TRIBUNNEWS.COM, TANAH BUMBU - Banjir akhirnya mulai surut di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, beranjak surut pada Sabtu (15/6/2019) setelah sepekan lebih merendam wilayah tersebut.
Sejumlah warga sempat berada di pengungsian selama banjir tersebut terjadi.
Kini warga kembali ke rumah mereka, namun muncul kekhawatiran kesehatan mereka terdampak kondisi tidak higienis selama di pengungsian.
“Karenanya Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama dengan tim dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) pada Senin (17/6) kemarin, berinisiatif mengadakan layanan kesehatan untuk memastikan kondisi dari kesehatan para warga yang sempat tinggal di pengungsian tetap terjaga,” kata Retno Sulisetiyani dari tim ACT Kalimantan Selatan, Rabu (19/6/2019).
Tercatat sebanyak 54 warga mengikuti kegiatan tersebut.
Retno mengatakan sebagian besar dari warga yang datang untuk memeriksakan diri adalah para lansia.
Baca: Para Lansia Ini Dianiaya, Dipaksa Minum Air Kencing dan Makan Cabai oleh Pengawas Panti Jompo
“Warga yang datang sebagian besar merupakan para lansia dan memang mengeluhkan beberapa penyakit. Penyakit yang kita sudah diidentifikasi di antaranya adalah hipertensi, gatal-gatal, sakit kepala, mual, dan jadi lebih sering merasa ingin buang air kecil,” ujarnya.
Tim medis langsung menangani keluhan warga tersebut dengan memberikan obat-obatan.
Selama bencana terjadi, obat-obatan memang tersedia dari puskesmas, namun jumlahnya terbatas.
Pelayanan kesehatan dilakukan di dua desa di kabupaten tersebut, di antaranya Desa Sungai Rukam dan Desa Anjir Baru.
http://www.tribunnews.com/regional/2019/06/19/54-korban-banjir-di-tanah-bumbu-ikuti-pemeriksaan-kesehatan-yang-diadakan-act-dan-mri
No comments:
Post a Comment